Travel Digital Milenial

  • Hallo teman pembaca online, pada hari ini saya akan menulis tentang travel digital di era milenial ini.
  • Di zaman ini tidak di pungkiri lagi bahwa semua sudah beralih ke sosial media, maka cara mempromosikan pariwisata dimancan negarapun bisa terlihat dari instagram, facebook, twitter dan lain lain.
  • Belakangan ini kita kerap diramaikan dengan wisatawan milenial. dimana mayoritas pelaku kegiatan traveling adalah para kaum muda atau generasi milnenial. Generasi millennial adalah generasi terbesar sepanjang sejarah.
  • Banyak peneliti menggunakan batas tahun kelahiran yaitu dari tahun 1980an-2000an. Generasi ini memiliki nilai penting dalam komunitas masyarakat digital dan telah mampu menarik perhatian karena dipandang generasi ini mampu mengubah sifat konsumsi di masa yang akan datang. Generasi inilah yang sedang merajai dunia traveling baik di dalam negeri ataupun luar negeri. Orang-orang muda dikatakan lebih tertarik travelling ke luar negeri. Para millennial familiar akan e-commerece, social media, e-travel, serta turut memeberikan andil dalam promosi pariwisata secara tidak langsung. Mereka jauh lebih senang traveling ketimbang kebanyakan generasi generasi tua yang lebih tua. Tak pelak hal tersebut turut membantu meningkatan pendapatan Negara Negara yang menjadi langganan para traveler yang kebanyakan adalah generasi millennial.
  • Menariknya, para millennial selalu antusias melakukan traveling meski terhambat faktor keuangan. Bahkan pengeluaran terbesar para millennial untuk travelling bukan kegiatan seperti berbelanja atau sejenisnya.Dibanding generasi sebelumnya, millennial membuat gaya travelling jadi lebih menarik dan cenderung memanfaatkan kecanggihan teknologi di zaman ini. Misalkan jika milennial sedang menghadapi masalah keuangan saat sedang bertravelling. Mereka mengakalinya dengan mencari tiket-tiket pesawat atau transportasi lainnya yang murah dan tempat penginapan yang cukup murah.
  • Millennial juga menghindari restoran-restoran/rumah makan yang tidak sesuai isi dompet mereka. Tak jarang mereka juga tidak sungkan menginap di rumah warga atau tempat-tempat umum demi menghemat pengeluaran mereka. Jika mereka tidak memiliki paket data internet atau sejenisnya, mereka juga mengunjungi tempat tempat yang dinaungi wifi gratis.
  •  

    Untuk berpindah ke suatu daerah yang tidak jauh dari tempat mereka berdiam, mereka mensiasati dengan berjalan kaki. Dengan berjalan kaki, justru menjadikan milennial  lebih bebas berekspresi dan bersosialisasi. Tak jarang saat perjalanan, mereka juga tak jarang mendapat kawan baru. Perkembangan teknologi yang semakin cepat juga membuat hubungan para Millennial yang bertemu di perjalanan ini tak lekang oleh jarak dan waktu. Mereka juga bisa tetap bersosialisasi lewat social media. Tak heran kelompok dan komunitas traveling sering kali terbentuk baik di Facebook ataupun media social lainnya. Mereka berbagi cerita, pengalaman, serta tips traveling. Bahkan fenomena yang terjadi adalah, jika ada generasi millennial yang ingin melancong ke suatu daerah atau Negara, mereka akan lebih mendengar saran dari komunitas dibanding referensi seperti majalah atau situs resmi perusahaan pariwisata.

    Para millennial lebih senang menikmati kehidupan dengan traveling ketimbang menabung untuk masa depan mereka seperti membeli rrumah atau sejenisnya. Dulu, Generasi sebelumnya harus berpikir kembali untuk menikmati hidup dengan travelling. Tetapi seiring perkembangan teknologi, memungkinkan juga para generasi millennial untuk melakukan kegiatan traveling dengan biaya yang sangat minimum. Semua kecanggihan teknologi ini sangat membantu para traveler khususnya para millennial. Para millennial yang melakukan traveling juga tidak terlepas dari aplikasi Instagram. Tak hanya untuk mengupload foto, Instagram juga dapat dijadikan sumber referensi liburan bagi para millennial. Generasi millennial akan cenderung berlibur ke tempat yang hits di platform social media ini.

    Leave a comment

    Design a site like this with WordPress.com
    Get started